Tata Cara Praktikum WAIS untuk Kuliah Mahasiswa S1
Praktikum Wais, masing-masing mahasiswa membawa subjek kemudian melakukan pengetesan didampingi asisten di ruang lab yang memiliki meja. Masing-masing mahasiswa melakukan tes dengan subjek sebanyak 2 orang yang dibagi menjadi 1 subjek tiap minggu, sehingga praktikum wais berlangsung kurang lebih selama 3 atau 4 minggu.
Waktu praktikum WAIS adalah sebagai berikut :
WAIS 1 & WAIS 2 :
Tata cara pengetesan Wais adalah :
Mahasiswa datang ke lab sesuai jadwal praktikum yang sudah ditentukan oleh lab .
Kriteria subjek Wais :
Range Usia : 16th s/d 45th.
Subjek yang di tes tidak boleh sama antara praktikum WAIS 1 dan WAIS 2 , serta tidak boleh sama dengan tester lain.
Tidak boleh mahasiswa yang sudah dan sedang mengambil mata kuliah Praktikum Psikodiagnostika Kognitif.
Tidak boleh subjek yang pernah di tes WAIS.
Subjek untuk WAIS & IST boleh subjek yang sama.
Mahasiswa datang ke lab untuk mengambil alat tes kemudian masing-masing mahasiswa diwajibkan mengecek kelengkapan alat tes sebelum praktikum berlangsung.
Mahasiswa tidak diperkenankan terlambat, sesuai dengan jadwal praktikum.
Saat pengetesan berlangsung. Mahasiswa wajib memakai jas almamater, membawa konsumsi untuk subjek, dan menjaga sopan santun baik secara lisan maupun tingkah laku.
Mahasiswa tidak diperkenankan memakai jeans dan kaos saat praktikum, disarankan memakai celana/rok kain, dengan sepatu fantofel, kemeja berkerah atau baju yang rapi dan sopan.
Mahasiswa diwajibkan menjaga kebersihan lokasi praktikum.
Setelah melakukan pengetesan, mahasiswa diwajibkan mengecek kembali kelengkapan alat tes sesuai ceklist.
Mahasiswa wajib mengganti alat tes yang hilang/rusak.
Mahasiswa melakukan skor dan interpretasi hasil tes wais (dikerjakan dirumah saat WAIS 1 dan di lab langsung saat ujian WAIS 2 ). Lembar jawab yang sudah dilengkapi keterangan subjek dan nama asisten serta nama & NIM & kelas mahasiswa tersebut (wajib) dikumpulkan di lab sesuai batas waktu yang ditentukan asisten.
Mahasiswa wajib menjaga kode etik alat tes. Mahasiswa tidak diperbolehkan memotret alat tes, baik lembar jawab yang sudah dikerjakan mahasiswa, maupun alat tes yang dipakai praktikum. Dilarang menyebarluaskan melalui media sosial dan media-media lainnya.
